Universitas Pattimura
Program Studi Peternakan
data per Agustus 2026
Selamat datang di Program Studi Peternakan Universitas Pattimura, wadah bagi para calon pemimpin dan inovator di bidang peternakan unggul berbasis sumber daya lokal. Kami berkomitmen menyelenggarakan pendidikan berkualitas, penelitian aplikatif, dan pengabdian masyarakat yang berorientasi pada kemajuan industri peternakan yang berkelanjutan. Mari bersama-sama mengembangkan potensi, berinovasi, dan mengukir prestasi demi mewujudkan ketahanan pangan nasional serta masa depan pertanian yang lebih gemilang. hotumese..
Astri Dwyanti Tagueha, S.Pt., M.Sc.
Lektor
David Kermite, S.Pt., M.Sc.
Asisten Ahli
Dr. Ir. Abraham H. Tulalessy, M.Si.
Lektor Kepala
Dr. Ir. George Semuel Johny Tomatala, M.Si.
Lektor
Dr. Ir. Godlief Joseph, M.Si.
Lektor Kepala
Dr. Ir. Insun Sangadji, M.Si.
Lektor Kepala
Dr. Ir. Tabita Naomi Ralahalu, M.Si.
Lektor Kepala
Dr. Jomima Martha Tatipikalawan, S.Pt., M.P.
Lektor
Dr. Muhammad Juraid Wattiheluw, S.Pt., M.Si.
Lektor
Dr. Pieter Melianus Ririmase, S.Pt., M.P.
Lektor
Heryanus Jesajas, S.Pt., M.Sc.
Lektor
Ir. Bercomien Juliet Papilaya, M.P.
Lektor Kepala
Ir. Christian Willem Patty, M.P.
Lektor Kepala
Ir. Demianus Ferdinand Souhoka, M.P.
Lektor
Ir. Jusak Labetubun, M.P.
Lektor Kepala
Ir. Lily Joris, M.Si.
Lektor Kepala
Ir. Michel Johan Matatula, M.P.
Lektor Kepala
Ir. Wiesje Martha Horhoruw, M.Sc.
Lektor Kepala
Isak P. Siwa, S.Pt., M.P.
Lektor
Isye Jean Liur, S.P., M.Si.
Lektor
Lea Marilyn Rehatta, S.Pt., M.Sc.
Asisten Ahli
Marna Eoh, S.Pt., M.P.
Lektor
Prof. Dr. Dominggus Malle, S.Pt., M.Sc.
Guru Besar
Prof. Dr. Ir. Jeffrie Wattimena, M.P.
Guru Besar
Prof. Dr. Nafly Comilo Tiven, S.Pt., M.P.
Guru Besar
Rajab, S.Pt., M.Si.
Lektor
Riri Sarfan, S.Pt., M.Si.
Asisten Ahli
Shirley Fredriksz, S.Pt., M.P.
Lektor
Bedasarkan Surat Keputusan Dewan Eksekutif BAN-PT No. 637/SK/BAN-PT/Ak.Ppj/S/II/2024, menyatakan bahwa Program Studi Peternakan, Pada Program Sarjana Universitas Pattimura, Kota Ambon Terakreditasi dengan Peringkat Akreditasi B
Pharetra. Condimentum aptent dui. Ridiculus fames ultricies amet sagittis sociosqu Augue convallis. Molestie. Facilisis sociis…
Quis. Per nascetur, justo purus nulla velit praesent neque varius mollis commodo litora, iaculis aliquet…
Volutpat hac potenti rutrum vivamus Dis consectetuer quisque vitae ligula a. Laoreet senectus quis pharetra.…
Phasellus nisi. Lacus tristique odio curae; diam suspendisse placerat posuere eleifend volutpat placerat. Phasellus ad…
Di Program Studi Peternakan, mahasiswa tidak hanya belajar tentang memelihara hewan, tetapi belajar bagaimana mengelola sistem pangan dan bisnis peternakan dari hulu sampai hilir.
Mahasiswa mempelajari antara lain:
1. produksi dan manajemen ternak;
2. nutrisi dan teknologi pakan;
3. reproduksi dan pemuliaan ternak;
4. kesehatan dan biosekuriti;
5. teknologi hasil ternak;
6. agribisnis dan kewirausahaan;
7. manajemen usaha peternakan;
8. pengelolaan sumber daya lokal;
9. teknologi dan inovasi peternakan;
10. keberlanjutan lingkungan;
11. serta pemanfaatan data dan teknologi digital dalam peternakan.
Yang menjadi kekuatan penting Unpatti adalah perspektif kepulauan: bagaimana mengembangkan peternakan yang sesuai dengan karakter pulau-pulau kecil, sumber daya lokal, budaya masyarakat, dan kebutuhan pangan Maluku.
Jadi, mahasiswa tidak hanya belajar tentang ternak—Mahasiswa belajar membangun sistem pangan masa depan.
Peternakan merupakan bidang yang sangat luas. Mahasiswa dapat mengembangkan minat dan kompetensinya pada berbagai bidang, antara lain:
Produksi Ternak • Nutrisi dan Makanan Ternak • Reproduksi • Pemuliaan • Kesehatan Ternak • Teknologi Hasil Ternak • Agribisnis dan Kewirausahaan • Manajemen Produksi Peternakan
Ke depan, bidang-bidang tersebut dapat dikembangkan lebih jauh melalui smart farming, precision livestock farming, biotechnology, digital agriculture, data science, circular economy, climate-smart livestock dan pengembangan pangan berbasis sumber daya lokal.
Dengan demikian, mahasiswa tidak harus menjadi “peternak konvensional”. Mereka dapat menjadi scientist, entrepreneur, manager, technopreneur, consultant, researcher, policy maker, maupun community leader.
Peternakan bukan satu profesi. Peternakan adalah ekosistem profesi.
Mahasiswa dapat memperoleh pengalaman belajar langsung melalui magang, PKL, MBKM, praktisi mengajar, maupun kegiatan pembelajaran di dunia usaha dan dunia industri.
PS Peternakan Unpatti telah mendokumentasikan kerja sama pendidikan dengan berbagai mitra, termasuk perusahaan peternakan, instansi pemerintah, balai pembibitan dan kesehatan hewan, rumah potong hewan, serta mitra nasional dan internasional.
Bagi Gen Z, magang bukan sekadar memenuhi SKS.
Magang adalah kesempatan untuk mencoba dunia kerja sebelum benar-benar masuk ke dunia kerja.
Mahasiswa dapat membangun:
Experience → Skill → Network → Portfolio → Career Opportunity.
Mahasiswa memiliki peluang mengikuti berbagai bentuk mobilitas akademik dan pembelajaran di luar kampus melalui program kerja sama dan MBKM sesuai program yang tersedia pada Universitas, Fakultas, dan mitra.
PS Peternakan sendiri telah membangun jejaring kerja sama dengan perguruan tinggi dan lembaga di dalam maupun luar negeri. Laman kerja sama PS mencatat antara lain kolaborasi dengan Kagoshima University, Australian National University, serta sejumlah institusi internasional lainnya dalam kegiatan akademik dan penelitian.
Pesannya kepada mahasiswa sederhana:
“Kuliah di Ambon tidak berarti wawasan Mahasiswa harus berhenti di Ambon.”
Mahasiswa dapat belajar dari Maluku, berjejaring secara nasional, dan membangun pengalaman global.
Mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan akademik dan nonakademik melalui organisasi kemahasiswaan HIMAPET [Himpunan Mahasiswa Jurusan Peternakan] melaui kegiatan keilmuan dan keprofesian, seminar, kompetisi, kewirausahaan, pengabdian kepada masyarakat, penelitian, serta berbagai kegiatan kemahasiswaan lainnya.
Mahasiswa juga dapat mengembangkan kemampuan:
Leadership • Communication • Teamwork • Entrepreneurship • Digital Skills • Problem Solving • Networking.
Karena dunia kerja tidak hanya mencari orang yang “IPK-nya tinggi”, tetapi juga membutuhkan orang yang mampu berkomunikasi, bekerja dalam tim, memimpin, berinovasi, dan menyelesaikan masalah.
Prospeknya sangat luas karena pangan tidak pernah kehilangan kebutuhan manusia.
Selama manusia membutuhkan:
daging • susu • telur • protein • pangan • pakan • bahan baku industri • lapangan pekerjaan,
maka sistem peternakan akan tetap dibutuhkan.
Lulusan dapat berkarier sebagai:
Profil lulusan PS sendiri diarahkan untuk menghasilkan lulusan yang kompeten, analitis, inovatif, adaptif, berdaya saing, mampu mengelola peternakan berbasis sumber daya kepulauan, dan berjiwa entrepreneur.
Pertanyaannya bukan: “Apakah ada pekerjaan setelah kuliah Peternakan?”
Pertanyaan yang lebih tepat adalah:
“Seberapa besar peluang yang dapat saya ciptakan jika saya menguasai ilmu Peternakan?”
Data tracer study dari 78 responden menjadi dasar utama untuk menyampaikan angka resmi.
Namun, data tracer study PS dapat ditampilkan secara lebih menarik,
“Berapa lama alumni kami mendapatkan pekerjaan?”
Kemudian ditampilkan dalam enam kategori:
| Sebelum lulus = 9%
| <3 bulan = 12,8%
| 3–6 bulan = 14,1%
| 6–18 bulan = 44,9%
| >18 bulan = 0%
| Belum bekerja = 19,2%
Ini jauh lebih kredibel bagi Gen Z karena mereka dapat melihat data nyata alumni, bukan sekadar slogan.
Bahkan lebih baik jika ditambahkan:
% bekerja sesuai bidang • % berwirausaha • % melanjutkan studi • % bekerja sebelum lulus • tingkat kesesuaian pekerjaan dengan kompetensi.
1 Sebelum lulus Jumlah Persentase 7 2 < 3 bulan 9,0% 10 3 3–6 bulan 12,8% 11 4 6–18 bulan (gabungan 6–12 dan >12 bulan) 14,1% 35 5 >18 bulan 44,9% 0 6 Belum bekerja 0,0% Total 15 19,2% 78 100%
Program Studi Peternakan merupakan program pendidikan Sarjana (S1). Mahasiswa diarahkan menyelesaikan pendidikan sesuai struktur kurikulum dan ketentuan akademik Universitas Pattimura, yaitu 8 semester. Disamping tersedia kesempatan untuk mahasiswa menempuh semester antara untuk mempercepat masa studi. Dan terbukti bahwa mahasiswa Peternakan telah beberapa kali menyelesaikan mahasiswa selama 3,3 (dibawah 4 tahun), dengan IPK tertinggi sehingga pada beberapa periode wisuda terpilih sebagai perwakilan lulusan untuk menyampaikan Kesan dan Tekad Alumni pada Mimbar Akademik bergengsi.
Namun bagi kami, yang penting bagi mahasiswa bukan hanya “berapa tahun saya kuliah?”, tetapi:
“Apa yang saya bawa ketika saya lulus?”
Targetnya adalah ketika memperoleh gelar S.Pt., mahasiswa tidak hanya membawa ijazah, tetapi juga membawa:
kompetensi + pengalaman + sertifikat/rekam kegiatan + jaringan + portofolio + kemampuan berwirausaha + pengalaman lapangan.
Itulah yang membuat seorang sarjana lebih siap memasuki dunia profesional.
Program Studi Peternakan Faperta Universitas Pattimura saat ini tercantum menggunakan Kurikulum 2022.
Arah pembelajarannya perlu terus diperkuat dengan pendekatan Outcome-Based Education (OBE), pembelajaran berbasis kasus dan proyek, MBKM, pengalaman lapangan, riset, kewirausahaan, serta pemanfaatan teknologi.
Orientasinya bukan lagi:
“Apa yang harus diajarkan dosen?”
tetapi:
“Apa yang mampu dilakukan mahasiswa setelah menyelesaikan pendidikannya?”
Dengan pendekatan tersebut, lulusan diharapkan tidak hanya tahu, tetapi mampu:
Think → Do → Create → Innovate → Lead.
Tidak. Anda tidak harus berasal dari keluarga peternak.
Yang dibutuhkan adalah rasa ingin tahu, kemauan belajar, kreativitas, kemampuan memecahkan masalah, dan keberanian menciptakan sesuatu yang baru.
Tidak.
Peternakan modern mencakup ternak, genetika, reproduksi, pakan, kesehatan, pangan, teknologi, bisnis, lingkungan, data, dan manusia.
Bahkan perkembangan smart farming memungkinkan peternakan terhubung dengan sensor, Internet of Things, artificial intelligence, data analytics, automation, dan precision livestock farming.
Sangat bisa—bahkan harus didorong.
Mahasiswa dapat belajar mengubah:
ternak → produk → brand → pasar → bisnis → lapangan kerja.
Peternakan dapat dikembangkan dari farm kecil hingga perusahaan, dari produksi ternak hingga food processing, feed business, agritech, marketplace, jasa konsultasi, dan berbagai model bisnis lainnya.
Karena persoalan dunia ke depan bukan hanya teknologi dan energi, tetapi juga:
“Bagaimana manusia memperoleh pangan yang cukup, bergizi, aman, terjangkau dan berkelanjutan?”
Di situlah ilmu Peternakan memainkan peranan penting.
Peternakan berhubungan langsung dengan ketahanan pangan, protein hewani, ekonomi masyarakat, lapangan kerja, lingkungan, teknologi dan pembangunan wilayah.
Karena Maluku adalah laboratorium kehidupan yang luar biasa untuk mengembangkan peternakan berbasis kepulauan dan sumber daya lokal.
Mahasiswa tidak hanya belajar teori di ruang kelas, tetapi dapat mempelajari persoalan nyata masyarakat dan sumber daya lokal.
Di sinilah kita dapat mengembangkan:
Kambing Lakor • Domba Kisar • Kerbau Moa • Sapi Bali • Unggas • Babi • Pakan lokal • Teknologi hasil ternak • Agribisnis • Peternakan pulau-pulau kecil.
Visi PS juga secara eksplisit menempatkan pengembangan peternakan berbasis sumber daya kepulauan dan pulau-pulau kecil sebagai bagian penting orientasinya.